Pelafalan yang baik membantu anak lebih mudah dipahami saat berbicara, meski tidak harus terdengar seperti penutur asli.
Salah satu cara efektif adalah mendengarkan kata yang sama diucapkan berulang kali oleh penutur asli, lalu menirukannya dengan suara keras. Fokus pada bunyi yang tidak ada padanannya dalam Bahasa Indonesia, seperti bunyi “th” pada kata “think”.
Rekam suara anak saat berlatih dan dengarkan bersama, ini membantu anak menyadari sendiri bagian mana yang perlu diperbaiki tanpa merasa terus-menerus dikoreksi orang lain.
